Faktor Pendukung Usaha Makanan Beku .

Tips Usaha Frozen Food.

bisnis frozen foodFrozen food atau disebut juga dengan bisnis makanan beku adalah menjual produk makanan dan minuman dengan jenis-jenis makanan maupun minuman beku. Apa saja yang termasuk kedalam kategori tersebut?  Tentunya tidak sedikit, contohnya : frozen yoghurt, es krim, nugget, sosis, dan masih banyak lagi.

Nah, bagi Anda yang ingin memulai usaha frozen food, ada baiknya Anda mengetahui strategi untuk memulai bisnis usaha makanan beku, dengan memerhatikan beberapa kategori kesuksesan di bisnis ini.

  1. Legalitas Usaha Frozen Food atau Status Penjual/Pembuat/Pemilik.

Hal yang pertama perlu dicek sebelum memutuskan untuk bergabung ke dalam sistem keagenan salah satu produk Frozen Food adalah status penjual atau legalitas usaha. Status penjual yang berbadan hukum seperti CV atau PT akan lebih bisa dipercaya dan kredible dibanding status penjual perorangan, dalam hal ini bukan berarti jika Pembuat atau Pemilik Produk adalah perorangan tidak layak dipercaya.  Namun perlu menjadi perimbangan adalah bahwasanya suatu produk membutuhkan waktu dan proses untuk mencapai kualitas dan keberhasilan di mata masyarakat. Hal ini berarti kita memiliki kepercayaan yang penuh bahwa si Penjual / Pemilik Produk benar-benar bisa diandalkan dan bertanggung jawab atas setiap transaksi / pembelian produk yang kelak akan dilakukan.

Periksa juga apakah produk yang dijual telah memiliki sertifikasi halal dari MUI atau dijamin halal dari pribadi yang Anda kenal dan percaya.

  1. Keamanan Bagi Kesehatan.

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah mengenai keamanan produk dari segi kualitas produk. Apakah produk masih mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh atau tidak. Misalkan saja cek apakah sebuah produk mengandung bahan pengawet atau tidak, memang tidak semua pengawet berbahaya bagi tubuh, ada bahan pengawet food grade yang telah dijamin aman oleh Pihak BPOM, tetapi alangkah baiknya jika produk makanan beku yang hendak Anda jual terbebas 100% dari bahan pengawet baik yang Food Grade apalagi Yang Non Food Grade seperti Boraks / Formalin.

Selain bahan pengawet, yang perlu dicermati juga adalah apakah suatu produk makanan beku mengandung penguat rasa (MSG) atau tidak, sebagai info bahwa BPOM mengizinkan beredarnya produk yang mengandung penguat rasa tidak lebih dari 0,02% kadar aman konsumsi. tetapi alangkah baiknya jika produk makanan beku Anda terbebas 100% dari kadar MSG.

  1. Kualitas Rasa.

Mengenai rasa dari sebuah produk memang bersifat subjektif dan tergantung selera masing-masing orang, tetapi Anda dapat melakukan uji rasa dengan membeli sebagian kecil produk untuk dicoba oleh Anda sendiri ataupun oleh orang-orang terdekat Anda sebagai alat Test The Market.

  1. Kemasan atau Packaging.

Kemasan yang mewah dari sebuah produk memang tidak selalu menggambarkan kualitas rasa dari produk tersebut, tetapi hal ini juga cukup berpengaruh dalam penjualan karena calon pembeli akan lebih tertarik dengan kemasan produk sebelum produk itu sendiri. Yang perlu dicermati adalah bahwa kemasan dari produk yang hendak Anda jual sebaiknya tersealer dengan mesin sealer plastik, tidak sekedar direkatkan dengan alat perekat biasa seperti solatip ataupun steples.

  1. Testimoni & Pelanggan.

Testimoni merupakan salah satu indikasi penerimaan produk tersebut di masyarakat. Anda akan dengan mudah mengecek testimoni dari pelanggan suatu produk melalui berbagai mesin pencari dengan keyword testimoni, rasa, kualitas, pelanggan, dsb . Jumlah dan segmen pelanggan juga menjadi penting untuk diketahui karena Anda perlu fokus menyasar target market tertentu yang telah terbukti sukses dimasuki oleh produk makanan beku bersangkutan.

Dalam hal ini Anda dapat meminta informasi melalui Penjual atau Pemilik produk mengenai segmen market dan sebaran pelanggan yang sudah dimasuki oleh produk dimaksud.

  1. Umur Usaha Frozen Food.

Usia dari sebuah usaha makanan menjadi salah satu tolak ukur sejauh mana produk makanan bisa bertahan di tengah persaingan bisnis makanan yang begitu ketat.  Anda bisa bertanya kepada pemilik produk sejak kapan usaha atau produk tersebut dibuat atau dijual di pasaran, untuk lebih meyakinkan bisa juga ditelusuri melalui mesin pencari.

  1. Website Resmi.

Kepemilikan alamat resmi website akan meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan dari calon pembeli, penggunaan domain .com atau .co.id dari suatu website resmi produk menunjukkan eksistensi dari usaha makanan yang saat ini berjalan.

  1. Toko Offline / Stockist pusat.

Periksa juga apakah suatu produk makanan beku memiliki Stockist Pusat yang bisa Anda kunjungi, stockist pusat ini dapat juga berupa Toko Offline yang berfungsi untuk melayani penjualan langsung ke masyarakat dan media untuk mempertemukan pembeli dan pemilik produk secara langsung. Dengan demikian kepercayaan yang terbangun akan semakin kokoh terlebih jika suatu produk makanan beku diperdagangkan secara luas melalui media online.

  1. Keunggulan.

Yang tak kalah pentingnya adalah sebelum memutuskan bergabung ke dalam jaringan usaha suatu produk makanan, perlu diketahui apa saja keunggulan produk tersebut dibandingkan produk lainnya yang sejenis. Hal inilah yang menjadi nilai jual produk Anda sehingga calon pembeli tidak ragu-ragu lagi memilih produk Anda sebagai produk pilihannya.

Salam Sukses bagi Anda yang akan dan telah memulai Bisnis Frozen Food ! 

tags : bisnis frozen food, bisnis frozen yoghurt, bisnis frozen food sehat, bisnis makanan frozen, memulai bisnis frozen food, bisnis frozen food, bisnis frozen yoghurt, bisnis frozen food sehat, bisnis makanan frozen, memulai bisnis frozen food
Lazada Indonesia Lazada Indonesia Lazada Indonesia Lazada Indonesia Lazada Indonesia